Mungkinkah Ikatan Tubektomi Dipulihkan?

  • 30 September 2019
  • Posting by Administrator BKKBN Pusat

Oleh: Sally Suharyani, S.Ked / Menur Adhiyasasti

Tubektomi merupakan salah satu jenis kontrasepsi dengan melakukan penutupan saluran indung telur kanan dan kiri. Dengan begitu, sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma sehingga pembuahan tidak dapat terjadi. Ketika seorang wanita telah memilih untuk melakukan tubektomi tetapi kemudian ingin memiliki anak, apakah ikatan tubektomi dapat kembali dibuka? Jawabannya adalah bisa!

Ya, seiring dengan perkembangan teknologi, ikatan tubektomi dapat kembali dibuka. Prosedur yang dilakukan untuk membuka ikatan tersebut dinamakan anastomosis tuba dengan menggabungkan bagian saluran indung telur yang masih sehat.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa terdapat beberapa faktor yang mendukung keberhasilan proses pembukaan ikatan tubektomi, yakni:

1. Usia
Usia yang disarankan di antara 37 40 tahun. Di atas 40 tahun, tingkat keberhasilan untuk kembali hamil cukup rendah dan dapat menyebabkan keguguran.

2. Jenis prosedur tubektomi
Prosedur penjepitan menggunakan klip atau cincin cukup mendukung keberhasilan pembukaan ikatan dibandingkan dengan memotong atau menutup saluran indung telur menggunakan aliran listrik atau sering disebut dengan tindakan elektrokauter.

3. Panjang saluran yang tersisa
Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa tingkat kehamilan kembali meningkat dengan panjang saluran indung telur yang tersisa setelah operasi dilakukan. Dengan panjang saluran indung telur >7 cm, tingkat kehamilan kembali sebesar 92,7% dibandingkan dengan panjang <4 cm hanya sebesar 80%. (Vanseeters, 2017)

Namun, dari setiap tindakan tentu ada risiko yang perlu dipertimbangkan pula. Risiko yang dapat terjadi apabila dilakukan pembukaan ikatan tubektomi antara lain:
1. Kemungkinan untuk tidak dapat kembali hamil. Tingkat kehamilan sangatlah ditentukan oleh faktor usia dan beberapa faktor lain.
2. Infeksi
3. Perdarahan
4. Perlukaan pada saluran indung telur
5. Kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim)

Karena itu, sebelum menjalani tindakan tubektomi sebaiknya perlu dipertimbangkan kembali agar di kemudian hari tidak timbul penyesalan.